“ SUATU HARI KU “
Karya : Reka Andriani P.
Semua
cerita tentang kisah cinta memiliki cerita tersendiri, bahkan cerita yang sama
sekalipun tetap akan berbeda akhirnya. Karena manusia dan segala cintanya
berbeda.
***
Aku
yang menulisnya dan inilah kisahku.
Kekosongan
demi kekosongan telah menyelimuti sesuatu dalam diriku. Jangan bertanya apa dan
bagaimana itu terjadi, karena semua yang terjadi tanpa sebab dan entah
bagaimana jadi seperti ini.
Aku
hanya bisa berbisik kepada angin, hanya untuk menjelaskan bahwa aku merindukannya.
Cerita kuno memang. Ia telah berhasil dari awal, ia memilikiku. Ketahuilah,
awalnya aku tidak mengharapkannya melebihi apapun. Tapi aku coba untuk mengikuti
semua alur yang telah ia buat untuk kulewati. Perlahan aku mulai tertarik
disetiap langkah yang kulalui. Aku pun mulai serakah, ingin tau lebih jauh apa
yang ada diujung jalan itu, jalan yang semakin kulalui semakin membuatku sesak
dan juga telah berhasil memaksaku membuat memori di otakku.
Aku
tak mudah untuk mengizinkan otakku menerima memori yang sama sekali aku tak
membutuhkannya. Tapi, mengapa bak petir disiang tanpa mendung sedikitpun, semua
yang ia lakukan berhasil masuk kedalamnya. Siapa dia? Mengapa aku bisa tersihir
olehnya? Rasa hati pernah mengenalnya, bahkan terasa lain dihati ini saat
melihatnya. Entahlah, aku tak bisa menerkanya. Karena semakin aku mencobanya,
pikiran itu semakin kuat tertanam dalam pikiranku.
R
Bahagianya
begitu sangat sederhana, entah kenapa aku tertarik dengan hal yang sederhana
yang selalu ia tunjukan padaku. Tapi saat orang lain berbahagia ia hanya
menggoreskan sedikit senyuman dibibirnya. Lalu menghilang entah kemana. Tak
pernah banyak kata, senyum merekah sudah menjadi daya tarik yang luar biasa.
Karena pada kenyataannya dia jarang tersenyum. Rasa penasaran oleh sosok
misterius yang berhasil menyelinap dalam pikiranku mulai menghantuiku.
Seperti
terhipnotis rasanya. Ketenangan sudah tak kudapatkan lagi saat menatap matanya,
sungguh.. aku kelelahan. Kenapa? Karena ketika aku melihat matanya seperti ada
rasa sakit yang amat dalam yang tersorot dari tatapan matanya.
Pikiran
ku selalu menerobos secara liar dia awang-awang memikirkan sosok misterius yang
menjelajahi otakku sepanjang malam. Aku tak mengerti kenapa, layaknya ada
semacam rasa aneh dari tatapan kosongnya. Tatapan yang membuatku semakin ingin
masuk dalam kehidupan nya yang misterius.
Tak
bisa bergaul, tak ingin didekati wanita, tak banyak teman yang suka padanya,
tak sedikit pula yang mengejeknya karena ia digosipkan tak menyukai wanita
hanya karena ia tak pernah dekat dengan wanita. Sikap dingin sedingin malam
bersalju. Mata tajam setajam belati. Aku selalu mengawasinya disetiap saat saat
aku memiliki waktu lebih. Aku tau.
Aku
ingin mendekatinya, namun aku tak bisa. Aku takut ia menolak. Selain itu
seperti ada tabir yang memisahkan kami. Jurang kesedihan sangat terpancar dari
tatapan matanya itu yang membuatku enggan mendekatinya.
Suatu
ketika aku mengikutinya saat ia sedang tergesa-gesa pergi kesuatu tempat. Rasa
penasaranku memuncak ketika ia terhenti disebuah rumah sakit. Sedang apa ia
kerumah sakit? Apa ia sakit? Atau ada orang yang ingin ia temui. Ia sangat
tergesa-gesa setelah menerima telefon yang entah dari siapa dan langsung menuju
kerumah sakit yang sekarang ia tuju.
R
Aku
perlahan mengikutinya dari belakang. Ia berhenti didepan pintu kamar yang ia
tuju. Pertanyaannya, mengapa ia tidak masuk? Lalu, ia menangis, ia ketakutan,
dan ia hancur. Apa yang telah membuatnnya seperti itu aku juga belum menemukan
jawabannya. Aku sungguh penasaran dengan apa yang sebenarnya ada didalam kamar
itu. Tiba-tiba kulihat dengan samar seorang dokter keluar dari ruangan tersebut
dengan wajah yang muram. Dokter itu menepuk punggungnya, seakan mencoba untuk
menenangkannya dari keadaan saat itu. Tak lama, akhirnya ia diperbolehkan masuk
keruangan tersebut. Setelah aku menunggunya, akhirnya ia keluar dengan deraian
air mata yang tak pernah kulihat sebelumnya. Terlihat ia sangat kecewa, bahkan
hancur setelahnya. Ia berlalu. Seperti deraian ombak yang menabrak karang yang
pergi begitu saja tanpa sempat berpamitan pada pasir yang dilaluinya.
Setelah
akhirnya ia pergi meninggalkan ruangan itu, aku diam-diam memasukinya tanpa sepengetahuan
siapapun. Dan betapa kagetnya aku, ternyata didalam ruangan itu ada seorang
wanita yang sedang koma. Ketika aku mulai melihatnya dengan seksama dan
mendekatinya..bagai tersambar petir disiang bolong karena rasa tak percanya aku
ketika tau wanita itu memiliki wajah yang sama persis denganku. Aku tidak
percaya, setauku orang yang kembar identik sekalipun tetap ada bedanya, tapi
mengapa ini... bagaimana bisa? Siapa dia? Terlihat seperti aku. Ataukah itu
aku? Tapi bagaimana mungkin aku bisa melihat tubuhku sendiri? dan tak tau apa
yang sedang terjadi sebenarnya.
Aku
mulai berjalan mundur dan meninggalkan tempat itu. Aku berlari sambil menangis,
dan akupun tak mengerti mengapa aku menangis. Anehnya, semua yang aku alami
tanpa sebab. Aku bingung, siapa aku? Bagaimana aku bisa disini? Bagaimana aku
menangis padahal aku tak merasa duka, bagaimana aku bisa seperti ini?
R
Semua
pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam diriku ini. Sebenarnya siapa aku?
Mengapa aku tak mengenali diriku sendiri?
Saat
itu tiba-tiba aku terhempas hembusan angin yang sangat semilir. Membelai lembut
pipi serta rambutku, saat kurasakan belaian angin.. aku terbangun. Apakah aku
sedang tertidur tadi? Tapi mengapa aku terbangun ditubuh yang sama sekali aku
tak mengenalnya. Kejadian aneh yang terus menerus aku alami ini membuatku
frustasi. Apa yang harus aku lakukan?.
***
Aku
tertidur.
Didalam
mimpiku, aku berada disuatu tempat yang sangat indah. Disana aku berfikir bisa
bahagia. Tapi.. disaat aku mulai ingin menelusuri lebih jauh tempat itu, terdengar
suara tangisann yang entah darimana asalnya. Aku mencoba mencari sumber suara
itu, tapi tak kunjung kutemukan. Sayup-sayup terdengar suara yang lirih sekali,
ia memanggil sebuah nama. Nama yang tak asing di telingaku. Suara itu terus
memanggil, dan aku tak tau harus bagaimana. Tak ada siapapun disini. Di sela
kebingunganku, aku dikagetkan dengan suara lain
yang berkata bahwa aku harus pulang. Lantas kemana aku harus pergi?, aku
sama sekali tak tau harus kemana sekarang. Suara itu menghilang, aku terjebak
ditempat ini. Bagaimana aku bisa pulang? Dan bagaimana aku keluar dari tempat
ini. Aaaaaaaaaaaaah semua ini membuatku gila. ***
Aku
duduk termenung dan berfikir apa yang sebenarnya terjadi. Namun, sebuah suara
lirih membangunkanku dari lamunanku. Terdengar, “ pulanglah.. aku merindukanmu.
Sangat merindukanmu “. Begitu yang aku dengar diiringi dengan tangisin yang
menderu-deru. Tapi aku tak tau siapa yang sedang bicara saat itu.
Tiba-tiba
suara lain terdengar, “ kamu bisa kembali “.Aku harus kembali kemana?, kemudian
terdengar jawaban. “ suatu hari nanti kau akan tau “.
*** R
Ingatanku
pulih, kenangan-kenangan indah menghiasi pikiranku. Ia muncul, orang yang
selama ini aku kagumi muncul dalam ingatanku. Ia dan aku telah menjalin kasih
sebelumnya. Tiba-tiba ada sebuah layar besar yang terpampang dihadapanku.
Disana terputar semua kenangan-kenangan manis yang dulu aku rasakan. Aku
beruntung karena semua kenangan indah ku bersamanya selalu berhasil aku potret
dan kusimpan rapi di otakku. Sebuah cuplikan tentang aku dengannya, barulah
dimulai. Aku dengannya baru menjalin kasih selama 3 hari. sebelum kecelakaan
datang. Dalam video itu aku dengannya sangatlah saling mengasihi dan mencintai.
Air mataku mulai membasahi pipiku, setiap detik aku melihat tayangan demi
tayangan dalam video itu, aku semakin ingin pulang. Pulang dan memeluknya. Dan
mengatakan bahwa aku sangat merindukanmu. Ternyata aku mengalami kecelakaan 3
tahun yang lalu. Tepat hari dimana aku dengannya berencana merayakan ulang
tahunku yang ke 17 tahun. Begitu gembiranya, aku memacu kendaraanku dengan
kencang, berharap ingin segera sampai ditempat dimana kami berdua bertemu. Aku
tidak begitu fokus dengan sekitarku, dan akibatnya aku terjatuh dari kendaraan
yang aku tumpangi. Disaat itu terjadi, aku hanya teringat olehnya. Lalu semua
berubah menjadi kabut-kabut putih yang tebal sehingga aku tak bisa melihat
apapun. Air mataku tak terbendung lagi ketika melihat semua yang terjadi
terhadapku. Aku tak mengingat apapun, tapi melalui tayangan di video itu aku
baru tau ternyata aku sedang koma. Dan disisi lain, aku mengetahui alasannya
tidak mendekati wanita lain, karena ia sudah memiliki wanitanya.
Terlihat
ia setiap hari datang untuk menemuiku dirumah sakit. Ia selalu menangis dan
mengucapkan kata-kata indah nan manis ditelingaku, ia juga sering membacakan
buku untukku, dan selalu terselip juga kata “ Pulanglah, aku sungguh sangat
merindukanmu “.
***
R
Aku
berlari sekuat yang kubisa, aku tak mau tinggal disini. Aku ingin pulang.
Aku
menagih janji bahwasannya suatu hari nanti aku akan pulang. Tapi mana? Suatu
hari ku tak kunjung datang.
Aku
menunggu...
Aku
menunggu suatu hari ku datang, untuk bisa terbangun dari tidur panjangku dan
memeluknya. Sambil kuselipkan kata “ aku kembali.. aku pulang untukmu. “
Suatu
hari ku yang entah kapan datangnya, suatu hari ku yang misterius. Ia tak pernah
lelah menungguku, dan aku juga akan tetap terus menunggu suatu hari ku.
Aku
ingin memberinya senyuman, agar ia tak lagi kesepian. Ia menderita dan ia
tersiksa. Semua yang aku alami, dan semua pertanyaan yang tak terjawab... kini
aku telah menemukan jawabannya.
Kulewati
malam sepi dan hampa, antara siang dan malam terselip senja yang menjadi batas
antara cahaya dan kegelapan. Sama seperti kisah kita berdua, cinta sederhana
yang terselip sebuah duka. Disaat harapan hanya berwujud impian, dan hanya
meninggalkan seribu jejak kenangan. Saat itu aku seperti kenangan yang beranjak
pergi. Memendam sejuta tanya, sebuah cerita tentang cinta sederhana yang
dibalut duka. Untuk sebuah cinta yang tertunda, yang layu sebelum menjelma. Aku
takut kau akan pergi meningglkan cintaku yang mati.
***
R
Sejak
malam itu, aku tetap tidak bisa terbangun dari tidur panjangku. Janji suatu
hari ku akan datang itu semua akan tetap menjadi misteri tak terpecahkan. Suatu
hari ku yang akan membuatku bisa terbangun dari tidurku, suatu hari ku yang
sangat kudambakan kedatangannya, dan disaat suatu hari ku datang dan aku
terbangun, disana ingin ku ulang semua momen kebersamaan kami. Membuatnya
tersenyum, membuatnya hidup kembali, dan membuatnya bersamaku, dalam pelukanku.
Kini aku hanya bisa bermimpi bertemu dengannya saja. Tapi, kenangan manis dan
tawa mu akan selalu kuputar disetiap mimpi-mimpi ku.
Selamat
tinggal..
R
Komentar
Posting Komentar