“ Hujan”
Karya : Reka Andriani P.
Ini cerita lama, yang hadir sejenak sebelum hilang. Kutuliskan cerita
tentangnya, cerita mengapa aku masih didalam hujan. Agar aku tetap mengingatnya
sebagai cerita yang memang pernah ada. Sekarang ataupun nanti, aku dan hujan
akan tetap mengingatmu sebagai hujanku.
Ketika aku bermimpi bahwa kisah cinta kita akan nyata seperti mereka, ternyata
aku hanyalah sebuah cinta yang tak terungkap. Janjimu memperkenalkanku kepada
jutaan bintang dilangit tak pernah kau wujudkan. Segala semoga yang ku harapkan
semuanya hanya sebatas cerita. Dan disini aku yang selalu ingin mencintaimu
dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada. Kemarin aku bercerita kepada hujan, bahwa kau kini
telah menghilang. Semuanya yang tertinggal tentang dirimu hanya aku dan hujan
yang tau. Ingin aku kembali ketempat dimana semuanya tercipta. Tempat dimana
aku, kamu dan cerita kita disaksikan oleh hujan pertama kita.
Ingat ya? Waktu pertama kali kita bersama. Aku berfikir semuanya akan
baik-baik saja dengan mu. Bercerita tentang masa lalu, menghabiskan sisa waktu
dipenghujung senja, bermain bersama hujan meski kau tak pernah menyukainya. Aku
teringat dulu ketika aku bercerita tentang kecintaan ku kepada hujan, kau juga
mengatakan bahwa kau menyukainya. Karena hujan adalah saksi bisu cerita kita. Tapi
mengapa kemarin saat aku mulai bercerita tentang hujan, kau menyanggah semua
cerita. Bahwa kau tak sama sekali tak menyukai hujan. Aku sangat kecewa. Aku hanya
tak percaya, kau sanggah semua cerita. Cerita ini adalah tentang sebuah cinta
yang tertunda, yang layu sebelum menjelma. Bahwa kau telah pergi, meninggalkan
cintamu yang mati bersamaku. Bantulah aku, mengembalikan semua cerita ini,
cerita yang sangat berat aku pikul sendiri. Setidaknya bantu aku untuk
mengangkatnya dan menitipakannya bersama hujan. Karena dengan begitu, aku akan
dengan mudah mengambilnya ketika aku rindu ceritamu, ceritaku dan cerita kita
dengan atau tanpa hujan.
Aku harap kau selalu baik-baik saja disana, dan aku akan berbisik kepada
hujan untuk selalu menjagamu ketika aku tiada nanti. Karena janjiku kepada
hujan adalah menjaga mu dan tawamu. Tapi ketika aku telah tiada nanti,
kutitipkan semuanya kepada hujan. Janganlah membenci hujan, karena dia yang
selama ini menjagaku untuk tetap bertahan. Sesekali, berceritalah padanya. Apapun
itu, meski hujan telah mengetahui semua cerita kita. Cerita yang abadi
dipenghujung bulan musim penghujan.
Salam rindu
untuk Hujanku
[ Cerita ku Bersama Hujan Part I ]
Komentar
Posting Komentar