“
Sesederhana Itu “
.rekaandriani.
Terimakasih
telah menjadikan ku wanita yang kuat dengan caramu. Ketika manusia memilih
untuk tetap tinggal, akan ada waktu yang terbuang dan hati yang tersakiti
apabila ia tetap tinggal dihati yang telah memilih untuk pergi. Namun, aku
mengerti benar alasan mereka yang memilih untuk tetap tinggal. Alasan yang
tidak akan pernah dimengerti oleh siapapun, bahkan mereka sendiri terkadang pun
tak mengerti benar alasan tersebut. Tapi aku menjadi salah satu dari mereka
yang merasakan hal yang sama. Memang pada akhirnya semua yang telah kita
tinggalkan akan selalu menjadi ingatan di masa lalu. Ingatan yang mungkin ingin dihapus atau
bahkan diingat sampai kapanpun. Dan aku, memilih untuk mengingatnya. Karena
dengan begitu aku akan selalu teringat bagaimana aku berdamai dengan semesta
dan diriku sendiri kala itu.
Semua
orang mungkin menganggap memiliki cerita yang hampir sama, namun ketahuilah
bahwa ada detail yang berbeda disetap cerita itu. Cerita yang terkadang hanya
bisa dimengerti oleh Sang Pembuat Skenario. Baiklah, biar itu menjadi
urusan-Nya saja.
***
Cerita
lama itu sudah kutinggalkan sejak lama. Bahkan aku tak ingat lagi kapan aku
mulai lupa akan cerita yang kuanggap hanya ada di drama televisi dan ternyata
terjadi padaku. Cukuplah, mungkin sekarang aku akan bercerita tentang cerita
yang terjadi setelah aku mulai kembali berbaikan dengan semesta. Cinta itu
merupakan anugrah terindah dari Tuhan bukan? Tentu, tak seorang pun
mengingkarinya. Biar sedikit kuceritakan bagaimana sekarang semesta mulai
mempermainkan ku lagi.
Aku sendiri tak tau kapan tepatnya.
Yang aku tau, dia adalah seorang yang hadir tiba-tiba dan meninggalkan kesan
pertama yang indah. Singkat cerita, aku tidak bisa dengannya karena baru ku tau
kalau dia telah memiliki kekasih. Akupun kembali. Aku tidak akan tetap tinggal,
karena aku memilih untuk kembali. Kembali sebelum aku mengacaukan segalanya.
{ janganlah pernah berpikir untuk berpaling
atau berkhianat, karena hanya dengan punya pikiran itu saja pun sudah
menyakitkan dan akan ada hati yang tidak bisa kembali utuh }.
Kembalinya
aku, membawaku kepada sesuatu yang lain. Sebuah rasa yang mungkin dulu
ditujukan kepadaku, dan sampai sekarang tak ada yang berubah. Setelah kecewaku
dulu, aku sangat sulit untuk kembali membuka lembaran putih perasaanku. Namun,
aku hanya tak sadar ternyata ada orang yang selalu menjadi pecinta segala rasa
dalam diriku. Aku baru menyadarinya. Dan itu sudah sangat lama setelahnya.
***
Harus
ku mulai dari mana ya cerita ini?
Haruskah
ku mulai dari caranya menjaga ku dulu? Atau dari awal kita berkenalan?. Baiklah,
aku akan mulai dari cerita yang aku sadari saja.
Kekosongan
demi kekosongan telah menyelimuti sesuatu dalam diriku. Jangan bertanya apa dan
bagaimana itu terjadi, karena semua yang terjadi tanpa sebab dan entah
bagaimana jadi seperti ini. Aku hanya bisa berbisik kepada angin, hanya untuk
menjelaskan bahwa kuakui aku telah merindukannya. Cerita kuno memang. Ia telah
berhasil dari awal, ia memilikiku. Ketahuilah, awalnya aku tidak
mengharapkannya melebihi apapun. Tapi aku coba untuk mengikuti semua alur yang
telah ia buat untuk kulewati. Perlahan aku mulai tertarik disetiap langkah yang
kulalui. Aku pun mulai serakah, ingin tau lebih jauh apa yang ada diujung jalan
itu, jalan yang semakin kulalui semakin membuatku sesak dan juga telah berhasil
memaksaku membuat memori di otakku.
Semua
yang dia lakukan dulu ternyata memberikan pesan bahwasannya dia menyukaiku. Hingga
kini, aku menyebutnya antik. Karena dia memang antik dengan caranya sendiri.
Cara mencintai yang tidak biasa dilakukan oleh seorang laki-laki sebayanya dan
gadis manapun tentu akan terheran, termasuk aku.. gadis yang dicintainya dulu
dan sekarang.
**
Dia
tau mengenai luka ku dimasa lalu. Aku hanya malu padanya, dia masih mau
menerimaku secara utuh dan memberikan cintanya yang telah ia simpan lama padaku
setelah apa yang terjadi. Mengapa harus aku? Pertanyaan itu masih menjadi
teka-teki didalam hatiku. Ketika aku tanya mengapa aku yang menjadi gadis itu,
dia hanya menjawab sederhana saja. Namun jawaban itu seketika bisa membuatku
berdecak kagum padanya. Jawaban sederhana seorang laki-laki sederhana dan
sedikit aneh. Jawaban yang bisa memerangkapkan orang yang mendengarnya. Aku
juga sangat menyukai caranya untuk bahagia. Bahagianya pun
begitu sangat sederhana, entah kenapa aku tertarik dengan hal yang sederhana
yang selalu ia tunjukan padaku. Aku jatuh padanya
**
Saat
ini semesta mulai mengusikku, awalnya semua
berjalan sangat indah dan dinamis, aku cenderung cepat akrab dengan teman
laki-laki, aku cerewet dan sulit untuk diajak negosiasi. Tapi kamu, akrab
dengan siapapun orang yang kamu kenal karena aku juga merupakan salah satu
orang yang mengenalmu. Dan sekarang, aku harus mengerti dan memahamimu. Tapi
aku belum bisa sepenuhnya memahami mu. Aku menyesal untuk itu. Tapi kamu
menawarkan sesuatu yang berbeda, ribuan bahkan jutaan kali aku mendengar bahwa
kamu selalu berkata jika kamu berbeda dengan yang lain dan aku percaya itu,
kamu menawarkan diri untuk selalu membantuku dalam memahamimu. Lalu bagaimana
denganku? aku tidak akan membantumu seperti yang kamu lakukan, karena aku tau
kamu telah lama bisa memahamiku tanpa aku minta. Jadi, tugasku lah yang
sekarang untukmu.
***
Mungkin
aku sama seperti wanita lain, tidaklah ingin melihat orang yang dikasihi
terlalu dekat dengan yang lain. Tapi bedanya aku dengan yang lain adalah, aku.
Aku tidak ingin seperti wanita kebanyakan yang terlalu pencemburu, mudah
tersulut emosi dan bahkan tidak bisa
mengontrolnya. Itu ucapku padanya malam itu. Dan sejak itu, setiap hal kecil
yang sebenarnya menggangguku akan kucoba untuk tidak mempedulikannya, karena
dia saja bisa mengalah untukku tentu aku pun harus berbuat yang sama padanya.
Karena sekarang, ada kata “ mencintai “ diantara kami. Dan yang kutau, dia
sangat menyayangiku lebih dari yang aku tau. Disisi lain, aku
mengetahui alasannya tidak akan mendekati wanita lain, karena ia sudah memiliki
wanitanya. Yaitu aku. Ketahuilah,
aku ingin memilihmu menjadi cinta terakhirku dengan izin Sang Pembuat Skenario
kita.
Jadi, aku tidak ingin mengecewakannya dan memilih
untuk menyimpan dengan rapi kekhawatiran ku akannya, seperti aku menyimpan
dengan rapi semua kenangan ku bersamanya. Sungguh, aku akan mencoba untuk
memberikan kepercayaan ku padamu. Aku tidak akan lagi berharap apapun atas ini
semua, aku mencoba menjalani yang bisa ku tapaki. Perkara apapun didepan nanti
aku sudah siap, untukmu dan untukku. Ku harap cerita kita tidak usai seperti hari
kemarin. Semoga.
***
Sesuatu
yang berbeda kini mencoba masuk menggerogoti ketenangan yang baru kubangun. Terkadang,
sempat aku berpikir lebih baik berada jauh darimu. Karena dengan begitu, aku
tidak akan sakit melihatmu dengan yang
lain, aah tidak.. lebih tepatnya melihat ada wanita lain yang merasa nyaman
didekatmu, aku tidak bisa melihat apa yang kamu lakukan, tidak akan melihat
dengan siapa kamu melepas penat dan emosimu selagi aku tak ada. Rasanya itu
lebih menenangkan kondisinya sekarang ketimbang harus berdebat dengan hatiku
sendiri yang selalu bertanya dimana kamu yang kemarin?.
Terakhir,
kenapa aku ingin jarak kembali memisah, tak lain agar aku bisa dengan bebas
mendengarkan semua celoteh rindu mu padaku. Sesederhana itu.
***
Cinta hadir karena
kesan. Cerita cinta terjalin karena waktu. Katakanlah kepada sang purnama bahwa
cinta menghadiahkan kebahagiaan untuk mereka yang saling menjaga dan saling
mengutuhkan. Ketika sang purnama menggodamu dengan cinta, maka ceritakanlah bagaimana
hebatnya cerita cinta mu dengannya. Karena sebenarnya purnama hanya bisa
menggodamu lewat waktu yang ia bungkus dan kita menyebutnya sebagai rindu.
Saat kita berjauhan,
menunggu sepatah kata darimu pun sangat kunantikan. Bagaimana tidak, keadaan
telah memaksa semuanya harus seperti itu. Menerima telfon mu di larutnya malam,
itulah favoritku. Mungkin aku tidak pernah membicarakan itu sebelumnya karena
aku ingin itu menjadi hal yang kusuka saat kita berjauhan.
Jika kalian bertanya akhir dari
cerita ini, maka kalian tidak akan menemukannya. Karena cerita ini belum
berakhir. Kini, semuanya telah berbeda. Aku harus sadar akan semuanya, karena
seperti tulisanku “ meski cintanya sama,
tapi akan berbeda ceritanya, begitu juga sebalikya meski ceritanya sama,
mungkin cintanya yang sudah berbeda “.Karena manusia dan
segala cintanya berbeda.
Jika senja kemarin, aku menyerah
dengan segala cinta dan harapanku untuk sebuah cinta, maka kini dengan cinta
yang baru akan kubuat harapannya menjadi harapanku. Sesederhana itu.
.rekaandrianip.
Komentar
Posting Komentar